Kaca tempered, atau sering disebut juga kaca pengaman (safety glass), adalah jenis kaca yang telah melalui proses perlakuan khusus, baik secara termal (panas) maupun kimiawi, untuk meningkatkan kekuatan dan keamanannya secara signifikan dibandingkan dengan kaca biasa (kaca anil).
Bagaimana Kaca Tempered Dibuat?
Proses pembuatan kaca tempered melibatkan beberapa langkah penting:

  • Pemotongan dan Pembentukan Awal: Kaca biasa dipotong sesuai dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan. Penting untuk diingat bahwa setelah proses tempering, kaca tidak dapat dipotong, dibor, atau dibentuk lagi.
  • Inspeksi dan Pembersihan: Kaca diperiksa untuk memastikan tidak ada cacat, goresan, atau kotoran. Permukaan kaca kemudian dibersihkan secara menyeluruh untuk menghindari ketidaksempurnaan selama proses tempering. Tepi-tepi tajam juga dihaluskan.
  • Pemanasan (Temperasi Termal): Kaca dipanaskan dalam tungku khusus hingga mencapai suhu tinggi, sekitar 620^\circ \text{C} hingga 650^\circ \text{C}. Pada suhu ini, kaca menjadi lunak.
  • Pendinginan Cepat (Quenching): Setelah mencapai suhu yang tepat, kaca didinginkan secara mendadak dan cepat menggunakan hembusan udara dingin bertekanan tinggi. Permukaan luar kaca mendingin lebih cepat daripada bagian dalamnya.
  • Pembentukan Tegangan Internal: Perbedaan kecepatan pendinginan ini menciptakan tegangan tekan pada permukaan luar kaca dan tegangan tarik pada bagian dalamnya. Tegangan tekan pada permukaan inilah yang membuat kaca tempered menjadi sangat kuat.
  • Temperasi Kimia (Opsional): Selain temperasi termal, ada juga proses temperasi kimia. Ini melibatkan perendaman kaca dalam larutan garam kalium cair, di mana ion natrium yang lebih kecil di permukaan kaca digantikan oleh ion kalium yang lebih besar. Ini juga menciptakan tegangan tekan di permukaan, menghasilkan kekuatan yang serupa.
    Karakteristik dan Keunggulan Kaca Tempered:
  • Kekuatan Jauh Lebih Tinggi: Kaca tempered 3 hingga 5 kali lebih kuat daripada kaca biasa dalam menahan benturan dan tekanan.
  • Keamanan Saat Pecah: Ini adalah keunggulan paling menonjol. Ketika pecah, kaca tempered akan hancur menjadi ribuan pecahan kecil berbentuk butiran tumpul (seperti kerikil) dan tidak tajam, sehingga mengurangi risiko cedera serius. Berbeda dengan kaca biasa yang pecah menjadi serpihan tajam dan berbahaya.
  • Ketahanan Terhadap Perubahan Suhu: Kaca tempered memiliki stabilitas termal yang lebih baik dan lebih tahan terhadap perubahan suhu ekstrem dibandingkan kaca biasa.
  • Anti Gores: Kaca tempered umumnya lebih tahan terhadap goresan dibandingkan kaca biasa.
  • Tampilan Modern dan Elegan: Tersedia dalam berbagai desain dan ketebalan, memberikan kesan modern dan estetis.
    Kekurangan Kaca Tempered:
  • Tidak Bisa Dipotong/Dibentuk Setelah Tempering: Setelah proses tempering, kaca tidak bisa lagi dipotong, dibor, atau diukir. Semua proses pembentukan harus dilakukan sebelum tempering.
  • Sensitif Terhadap Retakan Tepi: Meskipun kuat, jika ada retakan kecil atau kerusakan pada tepi kaca tempered, seluruh panel kaca dapat pecah secara spontan menjadi butiran kecil.
  • Lebih Mahal: Proses pembuatannya yang kompleks membuat kaca tempered lebih mahal daripada kaca biasa.
  • Lebih Berat: Dengan ketebalan yang seringkali lebih besar untuk aplikasi keamanan, kaca tempered bisa lebih berat dari kaca biasa.
  • Pemasangan Membutuhkan Tenaga Ahli: Pemasangan kaca tempered memerlukan keahlian khusus untuk menghindari kerusakan atau risiko pecah.
    Penggunaan Kaca Tempered:
    Karena kekuatan dan keamanannya, kaca tempered banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, antara lain:
  • Konstruksi Bangunan: Pintu, jendela, fasad bangunan, partisi ruangan, atap kaca, railing tangga, dan shower screen.
  • Otomotif: Kaca samping dan belakang mobil (kaca depan biasanya menggunakan kaca laminasi).
  • Peralatan Rumah Tangga: Pintu oven, meja kaca, rak kaca.
  • Elektronik: Layar sentuh, layar elektronik.
  • Furnitur: Meja, lemari, dan elemen dekoratif lainnya yang membutuhkan kekuatan dan keamanan.
    Standar Keamanan Kaca Tempered:
    Kaca tempered yang diproduksi harus memenuhi standar keamanan tertentu, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), untuk memastikan kualitas dan keamanannya. Ketebalan kaca tempered yang umum digunakan bervariasi, mulai dari 6 mm hingga 19 mm, tergantung pada aplikasi dan tingkat keamanan yang dibutuhkan. Misalnya, untuk pintu kaca, ketebalan 10 mm hingga 12 mm sering direkomendasikan.
    Jadi, tunggu apalagi segera hubungi kami toko VIKA JAYA ALUMUNIUM, untuk mendapatkan penawaran harga terbaik dari kami..